Oleh :
Intan
Suci Hati dan Tonasih, SST.,M.Kes
PROGRAM STUDI D3 KEBIDANAN
STIKES MUHAMMADIYAH CIREBON
Kehamilan merupakan suatu proses alamiah yang dialami oleh wanita,
tak jarang hal ini banyak diimpi-impikan oleh sebagian wanita yang sudah
menikah agar segera dikaruniai momongan. Tetapi untuk saat ini, hamil termasuk
hal yang rawan dan perlu diwaspadai. Sebab akhir-akhir ini dunia sedang
disibukkan dengan urusan satu pandemi, tidak terkecuali Indonesia. Masalah ini disebabkan
oleh satu virus pemicu flu, batuk dan sesak nafas namun berakibat kematian.
Virus ini bernama Corona, lebih tepatnya adalah Corona Virus Diseases 2019 (COVID-19).
Menurut Lin et al. (2020)
Virus yang pertama kali ditemukan di kota Wuhan ini telah merenggut ribuan
nyawa warga Cina secara beruntun. Pemerintah kemudian mengisolasi kota Wuhan
selama 3 bulan agar tidak dapat dimasuki oleh warga lain. Warga Wuhan pun
dilarang untuk meninggalkan tempat tinggalnya sampai penyakit ini hilang secara
permanen. Wabah ini juga memberikan dampak psikis bagi masyarakat Indonesia
Berita tentang banyaknya
jumlah korban selalu dihadirkan disetiap statiun televisi. Ketakutan warga
semakin bertambah dengan pemberitaan sifat virus yang mudah sekali menular ke
manusia bahkan dapat bertahan hidup beberapa saat dibenda nonmanusia. Wartawan
surat kabar online Yahya (2020)
menuliskan Hasil survei Radio Republik Indonesia (RRI) bersama lembaga survei
Indo Barometer menunjukkan tingginya tingkat kekhawatiran masyarakat terhadap COVID-19 yakni mencapai 68 persen.
Peneliti Indo Barometer Asep Saepudin beralasan kecemasan tersebut lebih
disebabkan karena pengetahuan mereka yang berasal dari berbagai berita bahwa
penularan virus ini sangat mudah, dapat menyebabkan kematian dan belum ada
obatnya.
Chen et al. (2020) mengatakan wanita hamil dianggap sangat rentan
terhadap serangan virus Corona. Mereka dinilai memiliki kondisi imunitas yang
kurang stabil dibanding wanita yang tidak hamil. Hasil penelitian menunjukkan
pneumonia COVID-19 pada wanita hamil
termasuk demam dan batuk. Selain itu mereka juga mengalami gejala lain seperti myalgia (nyeri otot), malaise(lesu), sakit tenggorokan, diare,
dan sesak napas. Tes laboratorium menunjukkan bahwa limfopenia (jumlah limfosit yang berkurang dalam darah tepi)juga
mungkin terjadi pada ibu hamil.
Adanya bayi dalam perut ibu hamil dianggap sudah memberikan beban
pernafasan tersendiri bagi ibu hamil. Sementara sifat virus Corona lebih
menyerang paru-paru. Dengan demikian ibu hamil berada diposisi rawan terserang COVID-19. Mereka juga membutuhkan
beragam pengetahuan tentang resiko pada bayi dalam kandungan, cara meningkatkan
kekebalan tubuh, tindakan yang harus mereka ambil jika lingkungan sekitar ada
yang menderita gejala corona serta bagaimana penanganan dini jika virus ini
menyerang mereka.
Secara umum ibu hamil akan lebih mudah terancam stres. Perubahan
peningkatan hormon kehamilan serta kondisi kehamilan sendiri seringkali
menimbulkan rasa tidak nyaman selama kehamilan yang menjadi pencetus paling
besar pengaruhnya terhadap ancaman stres. Kondisi stres sendiri, akan merangsang
dikeluarkannya hormon adrenalin secara berlebihan, yang menyebabkan seseorang
mudah meluapkan emosi atau melampiaskan amarah pada orang lain (Beatrix,
2015).Akibatnya tak jarang ibu hamil pun ikut merasakan kekhawatiran tersebut
dan dapat mengganggu janin yang ada dalam kandungannya, padahal salah satu
faktor kesehatan psikologis ibu adalah kecemasan.
Kecemasan umum terjadi pada ibu hamil disebabkan kekhawatiran ibu
akan komplikasi yang menyertai ibu dan janin (Resmaniasih, 2014; Setyaningsih,
2012). Ibu hamil yang mengetahui kondisi kehamilannya normal akan memiliki
tingkat kecemasan yang berbeda dibandingkan dengan ibu hamil yang mengalami
penyulit-penyulit selama masa kehamilan (Catarina, Dewantiningrum, &
Hapsari, 2012). Kecemasan yang meningkat pada ibu hamil dapat berdampak pada
komplikasi kehamilan (Isworo, 2011; Setyaningsih, 2012). Selain itu Kecemasan juga sering kali
mengganggu tidur. Seseorang yang pikirannya dipenuhi dengan masalah pribadi dan
merasa sulit untuk rileks saat akan memulai tidur. Kecemasan dapat meningkatkan
kadar norepinefrin dalam darah melalui stimulasi sistem saraf simpatis.
Perubahan kimia ini menyebabkan kurangnya waktu tidur tahap IV NREM dan tidur
REM serta lebih banyak perubahan dalam tahap tidur lain dan lebih sering
terbangun (Kozier et.al. 2010).
Selain itu kecemasan akan berdampak buruk terhadap kesejateraaan
janin dan ibu yang akan mengakibatkan bayi lahir kurang dari normal, prematur
dan bahkan bisa terjadi keguguran.pengembangan neuromotor bayi tertunda,
efektifitas oksitosin lambat, persalinan lama atau kegagalan untuk kemajuan
persalinan, uterus vasokonstriksi,
peningkatan nyeri persalinan, peningkatan denyut jantung dan pembuluh darah
ibu,dan tingginya kejadian keguguran, komplikasi obstetrik, peningkatan hormon
stres, dan depresi.
Berdasarkan pemaparan tersebut dapat dipahami bahwa tips hamil
sehat dimasa pandemik corona yang pertama yaitu pada dasarnya masyarakat
membutuhkan pengetahuan tambahan terutama tentang kesehatan yang berkaitan
dengan COVID-19. Tingginya kecemasan
yang dirasakan semua orang khususnya ibu hamil sebenarnya dapat ditenangkan
dengan supply pengetahuan tentang
cara menghadapi wabah ini.
Upaya pertama mengurangi kecemasan dapat dilakukan dengan melalui
pemberian pendidikan kesehatan (Setyaningsih, 2012; Moorhead et al., 2013;
Bulechek et al., 2013).Kebutuhan masyarakat akan tambahan pengetahuan diperkuat
dengan tulisan wartawan harian Kompas, Yahya (2020a) yang melaporkan Hasil
survei Radio Republik Indonesia (RRI) bersama lembaga survei Indo Barometer
bahwa masih terdapat sebagian masyarakat Indonesia yang merasa belum menerima
anjuran dari pemerintah atau Kementerian Kesehatan mengenai tata cara
pencegahan virus corona. Salah satu peneliti yang diwawancarai wartawan
beralasan bahwa hal tersebut lebih disebabkan karena ada jarak antara
pemerintah pusat dengan masyarakat sehingga perlu perbaikan dalam sosialisasi.Untuk
itu dihimbau kepada seluruh masyarakat khususnya ibu hamil dalam hal ini, untuk
bisa mencari informasi baik mencari sendiri di Internet ataupun bertanya kepada
petugas kesehatan terkait dengan virus
corona yang dapat membahayakan kehamilan .
Selanjutnya upaya untuk menurunkan angka kecemasan dan kematian ibu telah dilakukan melalui berbagai
cara. Salah satu upaya yang telah dilakukan adalah pelayanan antenatal merupakan
tips hamil sehat dimasa pandemik corona yang kedua sebagai
bentuk dari meningkatkan kekebalan tubuh. Antenatal
dilaksanakan sekurang-kurangnya empat (4) kali selama masa kehamilan, yaitu
minimal satu kali pada trimester pertama (usia kehamilan 0-12 minggu), satu
kali pada trimester kedua (usia kehamilan 12-24 minggu), dan dua kali pada
trimester ketiga (usia kehamilan 24 minggu sampai persalinan. Standar pelayanan
dianjurkan untuk menjamin perlindungan terhadap ibu hamil dan atau janin berupa
deteksi dini faktor risiko, pencegahan, dan penanganan dini komplikasi
kehamilan (Kementerian Kesehatan, 2015b).Selain itu upaya untuk meningkatkan
kekebalan tubuh pada ibu hamil yaitu dengan mengkonsumsi makanan bergizi,
olahraga ringan, dan melakukan pemeriksaan kehamilan secara teratur .
Tips hamil sehat ditengah pandemik Corona yang ketiga yaitu, beritahu ibu hamil tindakan apabila
terjadi kegawatdaruratan, dalam hal ini peran tenaga kesehatan khususnya bidan
sangat diperlukan sebab bidan merupakan mitra yang sangat dekat dengan ibu
hamil, beritahu ibu untuk selalu berkomunikasi dengan bidan sebagai salah satu
upaya dari tindakan apabila terjadi kegawatdaruratan, sebab jika bidan sudah
mengetahui ada sesuatu yang terjadi pada ibu hamil, maka ia pasti akan segera
melakukan interverensi dan tindakan untuk menyelamatkan ibu maupun janinnya.
Tips yang terakhir yaitu, selalu patuhi dan terapkan protokol
pencegahan virus corona. seperti social
distancing atau menjaga jarak fisik dengan orang lain. Social distancingmenjadi hal yang sangat ditekankan oleh Presiden
Joko Widodo untuk pencegahan dan penangananCOVID-19
di Indonesia. (pusat, Undang-undang nomor 6 tahun 2018, 2018). Jarak fisik ini
sangat penting diaplikasikan oleh seluruh penduduk Indonesia yang bukan hanya
berlaku di tempat umum, tetapi diberlakukan di seluruh rumah tangga di keluarga
terlebih apabila ada salah satu anggota keluarga harus tetap bepergian ke luar.
Selain itu bentuk pencegahan virus corona yang dapat dilakukan adalah mencuci
tangan dengan sabun dan air mengalir atau menggunakan hand sanitizer, tidak menyentuh mata, hidung, dan mulut dengan
tangan,tetap dirumah dan hindari kecemasan berlebihan yang dapat menyebabkan
stres sehingga mengganggu kehamilan.
Semoga dengan dituliskannya artikel ini dapat membantu ibu hamil
untuk selalu sehat dan semoga perilaku kita yang patuh ini dapat membuat virus
corona segera berakhir .

Komentar
Posting Komentar